Senin, 26 Agustus 2024

AJAL

Aku tahu itu 
Itu akan terjadi
Pada semua
Yang bernyawa

Aku tahu 
Semua kan merasakan
Saat dia kan tiba


Sabtu, 24 Agustus 2024

SEDANG BERSEDIH

Kita sedang bersedih
Negara ini sedang bersedih
Sedih melihat
Ada rakyatnya 
Ada pemimpinnya
Tengah mencari celah
Di tengah titik lemah
Demokrasi

Mencari celah 
Untuk menenegakkan keluarga
Untuk mendirikan wangsa
Menjadi raja

Mengkhianati demokrasi
Yang seharusnya ada 
Dari dan untuk rakyat

Kita sedang sedih
Negara sedang sedih 
Rakyat sedang sedih
Melihat wakilnya
Mengerumuni penguasa
Mendukung sang pemenang
Hanya mengharap cipratan 
Sedikit madu kekuasaan
Sementara mereka lupa
Pada apa yang seharusnya
Siapa yang seharusnya
Mereka wakilkan

Menelikung aturan dengan aturan
dengan terang telanjang 
Memihak penunggu istana

Kita sedang sedih
Kita harus sedih
Bahkan harus marah
Karena negara ini juga milik kita

Rakyat yang lelah
Rakyat yang lemah
Rakyat yang hanya bisa bermimpi
Tentang ratu adil 
Yang datang membawa keadilan 
Yang membawa kebaikan.

Atau perlukah kita sendiri
Yang menjadi ratu adil
Bagi diri masing-masing 
bagi bangsa negara ini
Lalu membiarkan penguasa-penguasa
lalim yang haus akan kekuasaan ini
hanyut, karam dan tenggelam lagi
dalam arus reformasi 
atau sekalian revolusi!?

Kita berhak sedih
Kita berhak marah
Tapi tetap wajib kendalikan diri

Bangsa ini sudah banyak punya luka 
Tak perlu lagi menambah goresan baru
Di tengah silang menyilang luka masa lalu
Yang memang sudah sembuh
Namun masih meninggalkan perih
Dan ribuan tanya

Kita sedang sedih 
Kita sedang marah
Makanya kita perlu bersuara
Turun kembali ke jalan
Bersuara paling lantang
Melawan semua
Ketidakadilan ini.

INDONESIA DARURAT

Indonesia darurat.
Ketika semua bicara tentang rakyat
Ketika semua bicara atas kepentingan rakyat. 
Tapi sebenarnya 
hanya bicara
Hanya berkata 
Hanya bekerja 
Untuk diri
Keluarga, kroninya, partainya.

Indonesia darurat
Darurat hampir sekarat
Darurat ketika hukum 
bisa diputarbalikkan
Darurat ketika hati, perasaan dan pikiran
Bisa dipermainkan
Orang-rang dianggap bodoh
Hingga bisa dibodohi
Atau diajak ikut dan manut.
penguasa menghina akal sehat
Seluruh masyarakatnya
Dengan caranya yang tolol
Kasar dan telanjang.

Indonesia darurat
Krisis nyaris disemua lini
Belum lagi potensi gempa Mega thrust!

Rakyatlah yang berdiri 
kian gamang dan renggang
Dihajar sehari-hari
Oleh tuntutan kehidupan
Yang semakin hari 
Tak pernah semakin mudah

Sementara penguasa,
Yang berkuasa,
Ada yang ingin tetap aman
Saat kuasanya telah sirna
Berusaha menguatkan mengikatkan
Mengetatkan diri pada tiang baru istana 
Yang sengaja dipancangkan
Dengan berupa cara 

Yang ingin dapat kuasa
Mengecap rasa sebagai penguasa
Dekat dengan lingkaran pusaran kuasa
Melakukan berupa cara
Lupa dengan janji-janji
Yang telah diagung gaungkan
Di telinga-telinga yang papa, 
masyarakat yang lapar
Masyarakat yang hanya 
menginginkan sesuatu
yang nyata 
Bukan ujaran kata-kata 
Atau cita-cita
Yang belum cukup mengenyangkan
Perut anak-anaknya yang lapar

Tapi ada yang bersuara
Bicara berkata
Kalau Indonesia sedang baik-baik saja
Tak ada bahaya 
Apalagi bencana
Hidup berlangsung pada alurnya
Biasa saja.

Lalu kita biarkan saja
Segala yang tampak rancak
Tapi koyak dan retak 
Ini terus terjadi?

Indonesia darurat
Saat hukum tak dipakai lagi
Untuk membatasi kekuasaan.
Hingga negara ini menjadi negara milik penguasa.

Maka ayo keluarkan suaramu
Teriakkan sekerasnya 
Katakanlah kalau itu salah
Hentikanlah!

Karena, suara kita 
Adalah suara Tuhan
Yang semoga bisa menghentikan
Semua pelecehan 
Terhadap demokrasi!




Senin, 19 Agustus 2024

ANGIN PEMBAWA HUJAN

Angin pembawa hujan
Meniupkan hawa dingin
Pohonan, ranting dahan
Bergerak liar meliar
Dalam sapuan udara berkisar-kisar

Derak gemeretak
Guntur di kejauhan
Serak laksana 
geram raksasa mitologi
Menahan amarah 
yang hendak meledak

Hati menunggu
Di tengah diam dan hening
Kecuali ditingkahi
Desah resah rerantingan
Percabangan fraktal yang kekal

Angin pembawa hujan
Mengalir mengisi
Ruang kosong
Yang tak pernah
Bisa diisi.

Angin pembawa hujan
Membawa hujan
Membasuh segala kering
Debu-debu yang menyesak
Menyiram segala yang ada
Menjadikannya basah dan lecah.

Hujan tiba
Sang angin usai
Tugasnya pun tunai.


kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara