Kamis, 30 Mei 2024

MANUSIA BIJAK

Kitalah yang dengan congkak
Menjuluki diri sendiri
Sebagai manusia bijak

Kitalah 
Yang tersisa
Yang lain akhirnya kalah 
Pada punah

Kitalah dengan keangkuhannya
Melintasi waktu demi waktu
Entah nanti menuju kepunahannya sendiri
Rebah merebah menjadi tanah
Atau malah mengangkasa
jadi warga semesta
Warga antariksa
Orang-orang bintang?!

Kitalah yang merasa seolah perusak bumi
Membuat planet ini sakit 
Menggerogoti setiap sumber dayanya
Lalu dengan sombong dan lantang berteriak:
"Selamatkan bumi!"
dan segala slogan yang menjadikan diri kita sebagai sang penyelamat kehidupan. 

Sementara pernahkah kita bertanya, apakah bumi akan selesai andaikan kita, si manusia yang (katanya) bijak, musnah dalam alur sejarah, lesap dalam arus waktu atau hilang sama sekali akibat ulah nya sendiri?

Apakah bumi akan binasa ketika kita tak lagi jadi pemimpin, Khalifah di wajahnya  yang tua seumur 4 milyar tahun?

Apakah mau kita mengakui bahwa kitalah, manusialah yang sebenarnya takut dengan segala perubahan di planet ini sembari berteriak-teriak merasa hebat bisa menyelamatkannya?

Karena, ketika segala pemanasan global, perubahan iklim, kenaikan suhu bumi, kenaikan muka laut, koyaknya lapisan ozon, punahnya hewan dan tumbuhan, pergeseran lempeng benua, berubahnya kutub bumi dan segala macam yang mengerikan terjadi, kita jugalah yang merasakan, menanggung akibatnya!

Kita yang layuh rapuh
Sekali tetak juga jatuh seperti kata Chairil Anwar 
Hanya tenggelam dalam waham kebesaran sendiri
Mengganggap diri si paling bijak, paling baik, paling sempurna,
padahal hanya satu mahluk diantara milyaran yang pernah mengisi bumi
Dikutuk oleh kesadaran yang muncul dalam pikiran
Lalu menganggap dan menamai diri sebagai Manusia Bijak
Homo Sapiens.

Kitalah dia
Manusia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara