Jumat, 31 Mei 2024

BUKANKAH HARUSNYA SUDAH USAI?

Bukankah harusnya sudah usai?
Bukankah harusnya sudah selesai?

Tapi, mengapa hati tak berhenti
Untuk merasa nyeri, merasa sepi?

Diri masih enggan menerima
Hati masih enggan membuka 

Sudahlah ...
Hanya kembali bersendiri
Menguras airmata
Yang telah kering

Seret, kesat 
Keluar dari mata yang panas membara
Hilang diuapkan matahari
Sebelum jatuh menyentuh 
Bumi...

Keperihan ini bukan untuknya
Dia perlu dan harus bahagia!

Keperihan ini hanya untuk diri
Yang tak pernah bisa berhenti mencinta
Mengipas-kipasi asa
Yang sebenarnya hampa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara