Senin, 25 Desember 2023

RINDUKU

Rinduku pada awan
Yang mencumbui pucuk pucuk pegunungan

Rinduku pada dingin
Yang sejuk menyelimuti kulit

Rinduku pada laut
Yang tak mampu ku renangi
Hanya ku cecap asinnya

Rinduku pada riak
gerak gelombang yang mengantarkan perahu

Rinduku pada angin
Yang menderu menyisiri rambut

Rinduku pada hijau
dedaunan yang memenuhi punggung gunung

Rinduku pada pagi
Yang kita susuri bersama
Dalam lembutnya kabut
Dalam sejuknya embun
Yang membasahi ujung-ujung daun

...

Rinduku pada kamu
Yang jauh di ujung sana
Sementara aku
Terpuruk di ujung sini

Minggu, 24 Desember 2023

DI RIMBUN KEBUN TEH

Menatapmu
Di rimbun kebun teh
Mata bertatap,
senyum tipis terukir.

Kau jadi kontras di sana
Hijaunya daun teh 
Menjadi latar yang mengangkat
indahmu

Udara dingin sedikit berkabut
Memeluk tubuhmu, menyalakan auramu
Bersinarlah engkau dengan senyuman
Yang tak pernah lepas dari bibirmu

Kini hati memang tak seperti dulu
Dalam hasrat gebu menggebu
Rasa telah menyurut
Seiring waktu menggerus hangus

Hati ini tapi,
Masih berbisik
Mendaraskan doa dan harap
Bahwa semua belum mencapai nol
Bahwa masih ada asa tersisa
walau hanya sebesar zarah
yang berpendar lemah
Sembari menata 
Degup jantung yang hilang irama

Mata ini tapi,
Masih terus berusaha 
Mengirimkan getar gelombang rasa
Sinyal yang bengal
Biar mungkin takkan pernah tiba
hilang terpental
luruh di udara
Sembari merekam 
dengan ketakjuban
keindahan sempurna
milik-Nya

Di rimbun kebun teh
Aku menatapmu rindu 
...

Senin, 18 Desember 2023

MATAHARI HARI INI LAIN SEKALI DI KULITKU

Terbit juga matahari
Sinarnya menyinari
Wajahku yang dilumuri debu

Matahari hari ini
lain sekali dikulitku
Hangatnya tetap hangat
tapi tak terasa lagi menghangati

Aku kini telah satu
diantara abu dan debu
diantara batu dan kayu
Bisu. Menunggu.

Terbit juga matahari
setelah kepulan asap
setelah gelombang drama:

Raung dan isak tangis
ratap ketakutan
deru kepanikan
doa-doa yang terancam
ditengah ledakan dan gemuruh
hujan abu dan batu.

Berterempasan berhamburan
mencari keselamatan
panas mengelucak 
seinci demi seinci
seari demi seari
di kulit rekah memerah
di tubuh layuh melepuh 

Aku kini penunggu
Sembari menunggu

Terbit juga matahari
Biarpun hangatnya lain kini
Sinar yang hadir menerangi
daras doa dan mantra
yang dikirim angin-angin
kepada jiwa-jiwa yang baka

Menuntun membuka sela
diantara pintu barzah yang rapat terjaga
meredam duka dan lara
menghibur sukma-sukma nelangsa
membawa rela ke setiap dada
yang menanggung luka nestapa

Terbit juga matahari
yang lain sekali hari ini
mungkin juga lusa, selamanya.

Menyinari aku
yang rebah tengadah

Menunggu.

                                      
                          Mengenang tragedi Marapi
                          Desember 2023
                                  


kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara