Jumat, 02 Februari 2024

KETIKA DUNIA TAK PEDULI DAN KITA PUN TAK PEDULI PADANYA

Ketika dunia tak peduli
Dan kita pun tak peduli padanya
Ketika itu semua terasa indah 

Bersembunyi kita di sudut kota ini
Di kamar sempit dalam rimbun unggun  buku
Diantara nyala birahi yang lekas naik lekas pudar 
Kita berdua duduk di atas kasur Pesing penuh kutu
Berpeluk bertukar cucup dan kecup 
Entah cinta atau nafsu yang membantu
semua jadi tampak cerlang gemerlap 

Ketika dunia tak peduli
Dan kita pun tak memperdulikannya
Ketika semua asa, cita-cita, dilapisi berahi
Ketika yang paling buruk dan busuk pun
Menjadi cantik dan elok...

Ketika dunia tak peduli
Dan kita pun tak memperdulikannya

Ketika itu semua masih gagah dan indah
Ketika itu cinta masih menjadi raja dan ratu di hati
Ketika itu nafsu berpadu rindu
Melawan garangnya tirani ruangwaktu
Melawan dengan idealisme setinggi gunung
Mencuri-curi masa peristiwa
Mencurangi segenap aturan dan norma

Menggelegak darah muda
Dijerang letap letup libido
Sekali lagi, menghias borok dan kusta  
Dengan lapis manisnya dosa.

Kini, ketika semua
Dilihat dari mata sekarang
Yang tinggal hanya sesal tersengal
Hidup tak sesederhana yang dipikirkan
Hidup tak semudah yang dibayangkan
Bangunan cinta yang kokoh
Roboh juga digerus kala
 
Masa muda hanyut 
Terbawa arus entropi yang tak kenal henti 
Semua yang dulu tampak sempurna
Kini hanya permainan dan senda gurau sahaja

...

Kenangan hanya tinggal
Sesekali datang menghantu
Berusaha menghangati hati
Dengan memori tentang satu masa 
Ketika dunia tak peduli 
Dan kita pun tak memperdulikannya...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara