mencintaimu sama saja dengan berteriak
di tengah lembah
hanya suara sendiri menjawab
engkaulah
kamulah
yang mencuri segenap perhatian
acuh tak acuh ku
gerakmu
caramu bertutur
senyummu
lengkungmu
melahirkan satu kata
"anggun!"
oh aku,
yang diam-diam mengagumi mu
tersinari oleh cahaya dari auramu
nyaris tersesat oleh
keindahan binar mata
dan tawa yang memesona
bibir tipis merah menggoda
selamanya akan terkubur di sini
melagukan lagu-lagu rindu
tanpa sedikit arah menuju
segala cinta
memberi debar dan getar
dalam diriku
si pencuri asli
yang diam-diam memandangimu
mengumpulkan setiap gambar diri
setiap piksel
dari setiap anggel
yang menyala di sana.
kosong hampa Lazuardi tanpa makna melahirkan lara