Sabtu, 27 Juli 2024

UPAYA MEMBUNUH SEPI

Aku sudah berupaya
Dengan segala cara
Untuk membunuh sepi

Bernyanyi, memutar semua 
perangkat audio, berteriak
Tertawa terbahak-bahak 
Mencoba semua suka
Mencoba semua ria
Mencoba semua dosa

Namun diri tetap sendiri
Menyendiri dalam auranya 
Yang sunyi

Sepi-sepi datang menemani
Hati yang lengang rumpang
Berusaha memeluk, menekuk
Membenamkan 
Dalam kumparan rasa 
Nyaris hampa

Aku berusaha
Melawan mengalahkannya
Dengan sejuta cara
Penuh segala daya

Tapi dia tetap ada
Ada dan berkuasa
Di relung-relung 
Sudut-sudut 
Yang tak disentuh
Oleh cahaya.

Lalu bagaimana pula
Cara yang kau coba
Untuk membunuh sepi
Yang senantiasa menemani?


Selasa, 23 Juli 2024

SETETES MENETES

Setetes
Menetes

Melebar
Membabar

Memanjang 
Merentang

Melapang
Meruang

Membuka.

Secarut
Ngelangut

Sekeping
Melenting

Sekepak
Merebak

Meretak
Rusak

Segenggam
Menyulam
Suram

Hilang
Terbang

Bingkas
Lepas






Rabu, 17 Juli 2024

USAI

Usai rinai derai
Melangkahlah lagi menapaki 
Jejalanan basah lecah
Sembari menatap ke depan

Usai rinai derai
Mengemasi diri dan hati
Meninggalkan peri
Membiarkan waktu mengobati
Hingga nanti sembuh sendiri 

Di depan sana
Tak tahu apa
Hanya meraba
Setapak demi setapak 
Menyelusur
Dalam pendar pertanyaan,

"Apakah ada rinai derai di sana?
Yang mampu membuat berhenti
Seraya menangisi segala perih di hati?"

Jumat, 12 Juli 2024

Rabu, 10 Juli 2024

Jumat, 05 Juli 2024

RUANG KOSONG

Ada kekosongan 
Yang tidak bisa terisi
Dengan apapun

Satu ruang
Dengan sunyi mengambang

Gelap 
tak tembus
Oleh cahaya

Hampa
Tiada nada
Tiada warna

Kekosongan
Menekan membekap

Membuka ruang
Semakin lebar membentang

Menekan ke segala arah!

Apa kekosongan 
Adalah isi itu sendiri?

Karena dialah yang mengisi
Memberi arti
Pada ruang lapang terkangkang!?

Apakah isi 
Adalah kekosongan itu sendiri?
Karena adalah ia
Yang memberi arti 
Pada kekosongan itu sendiri

Ruang kosong 
tak terjangkau
Teredam diam





Kamis, 04 Juli 2024

PULANG

Pada setiap pulang
ada yang selalu terkenang
Tentang ranah aman nyaman
Tempat membaringkan kepala yang
Lelah

Pada setiap pulang
ada yang selalu terngiang
Pada hangatnya sapa
Pada hangatnya simpati dan empati
Pada makan malam yang masih 
menguarkan aroma penggugah selera
Pada ruang yang hingar tapi senang
Pada canda, tawa dan suara-suara 
Yang coba mengalahkan gelap
dan heningnya malam

birahi bisa dibeli
Penganan bisa dicari
Ingar bisa dibayar

Tapi
Pulang lebih dari menepi
Dari gigi-gigi hari 
Yang menggigit, menggerus, melumatkan
Mengunyah mampatkan

Pulang adalah cara
Mencari nyaman
Menyelamatkan diri
Menjadi waras 
Kembali jadi manusia
Dengan segala kebaikannya.

Pulang adalah cara kembali
Menjadi diri

Dipeluk rumah 
yang menghangatkan hati

Mengisi kembali.

kosong hampa  Lazuardi tanpa makna melahirkan lara